![]() |
| Curhatan Hati Wanita Bercadar, Selalu Di Hina Dan Di Anggap Teroris |
Cerita Sex - Apakah yang ada di dalam benak Anda jika melihat perempuan bercadar ?? Mungkin Anda akan teringat dengan ninja, teroris, mumi, dan lain sebagainya. Yah, memang begitulah hinaan yang biasanya kelompok wanita bercadar dapatkan. Walau sering mendapatkan hinaan, Indadari Mindrayanti tidak menyerah untuk memperjuangkan derajat kaum wanita bercadar. Indadari pun mendirikan komunitas Niqab Squad.
Kelompoknya juga tidak malu untuk menunjukan diri di depan umum. Di keramaian Car Free Day, para wanita bercadar meneriakan kalimat "I'm Not Terrorist". Tujuannya adalah agar masyarakat semakin menganggap keberadaan mereka dan juga tidak takut kepada mereka lagi.
Curhatan Hati Wanita Bercadar, Selalu Di Hina Dan Di Anggap Teroris
Anggota Niqab Squad pun menjual pakaian bekas di Taman Kota 1, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang yang hasilnya akan nanti akan di gunakan untuk membantu kaum Rohingya di Myanmar. Tentunya mereka sangat menarik perhatian pengunjung karena tidak banyak pedagang yang menjual pakaian bekas dengan menggunakan cadar. Tidak ada bagian tubuh yang terlihat selain mata, semua di tutupi oleh kain hitam.
Niqab Squad berdiri sejak Maret 2017. Indadari sendiri sudah menggunakan cadar sejak tahun 2015 yang lalu. Wanita kelahiran 1982 ini mengatakan bahwa cadar sudah menjadi bagian dari ibadahnya. Niqab Squad sendiri cukup memiliki banyak anggota saat ini. Anggotanya berasal dari dalam negri di seluruh Indonesia dan juga dari luar negri. Orang di Negara luar yang meminta untuk bergabung dengan Niqab Squad adalah Malaysia, South Afrika, Taiwan. Indadari mengaku anggota Niqab Squad kini sudah berjumlah ratusan yang tersebar di 30 wilayah.
Wanita bercadar sering di identikkan dengan teroris sejak adanya serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat. Sejak saat itulah, wanita bercadar dan juga pria berjenggot sering di sebut dengan teroris. Indonesia sendiri mulai mengenal wanita bercadar sebagai teroris sejak adanya serangan bom di Bali dan Jakarta. Bukan hanya di Indonesia, di negara luar, perlakuan publik terhadap wanita bercadar juga sangat tidak baik. Negara Belanda, Belgia, Bulgaria, Denmark, Inggris, Italia, Rusia, Spanyol, Swiss, bahkan Jerman dan Turki melarang wanita bercadar untuk memperlihatkan diri di depan publik.
Dengan adanya perlakuan sosial seperti itu, maka tidak heran wanita bercadar tidak pandai bergaul. Mereka biasanya menjauhi orang-orang yang tidak memakai cadar, bukan karena RASIS, namun di karenakan perlakuan sosial yang di terima mereka sebelumnya.
Namun, zaman kini semakin modern. Sudah semakin banyak wanita bercadar yang tidak malu menunjukkan diri di depan publik. Bahkan ada sebagian kelompok yang menganggap cadar itu adalah bagian fashion. Walau begitu, tidak semua wanita bercadar memiliki sikap yang baik. Istilahnya penampilan luar tidak menjamin isi hati. Jadi tidak semua wanita bercadar itu berahlak.
Siti Musdah yang merupakan Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UIN) Jakarta bahkan mengatakan bahwa cadar adalah peninggalan revolusi Iran 1979 dan tidak berkaitan dengan tidak kebaikan seseorang. Cadar di Indonesia juga di sebut sebagai tren semata. Siti mengatakan pemikirannya cukup beralasan di karenakan jika di Afghanistan, wanita bercadar itu tidak terlalu bebas dan juga kehidupan yang di jalaninya terbelakang. Sedangkan di Indonesia, wanita bercadar bebas melakukan apa saja dan cadar hanyalah seperti untuk kebutuhan gaya modis saja.
Jika kita melihat wanita bercadar, memang masih banyak persepsi negatif yang melekat. Bagaimana menurut Anda sendiri??

0 comments:
Post a Comment