![]() |
| Ini Baru Namanya "Bhinneka Tunggal Ika", Baca Kisah Keluarga Yang Satu Ini |
Inilah negara kita, Indonesia, yang menganut prinsip "Bhinneka Tunggal Ika", berbeda namun satu jua.
Namun, kini tidak semua masyarakat menunjukkan sikap "Bhinneka Tunggal Ika". Masih banyak yang rasis dan akibatnya muncul perpecahan NKRI. Kalimat yang menyebarkan ujaran kebencian, video persekusi terhadap pihak-pihak tertentu pun marak terjadi.
Walau hanya sebagian kecil saja, tetapi ternyata masih ada warga Indonesia yang menjunjung "Bhinneka Tunggal Ika". Berita ManiakQQ
Kisah Keluarga Dengan Prinsip "Bhinneka Tunggal Ika"
Seperi kisah keluarga yang satu ini. Kelihatannya memang aneh dan jarang menemukan keluarga seperti ini, tetapi nyatanya adalah kita harus salut kepada keluarga yang satu ini. Keluarga ini mempunyai agama yang berbeda-beda namun keharmonisan tetap bisa di jaga.
Awalnya, pasangan Djoni Efendi Halim (64 tahun) dan Vivi (50 tahun) adalah agama Buddha. Namun saat Djoni merantau ke Jawa Barat untuk bekerja, dirinya memutuskan untuk pindah agama, menjadi agama Islam.
Vivi yang mendengar keinginan suaminya itu pun tidak melarang, malah memberi dukungan kepada suaminya. Sedangkan kedua putranya, menganut agama Kristen. Putra pertama menganut Kristen Karismatik sedangkan putra kedua menganut Kristen Jawa. Mereka berdua memilih agama Kristen sesuai dengan pergaulan mereka masing-masing.
Walau berbeda agama, namun masing-masing tetap saling menghormati. Seperti saat sang ayah menjalankan puasa, Vivi tetap menyediakan lauk untuk sahur. Pada hari Minggu, mereka mengingatkan anak-anak mereka untuk pergi ke Gereja. Dan saat Vivi ingin pergi ke Vihara, anak-anaknya pun bersedia mengantar ibunya ke Vihara.
Sungguh keluarga yang harmonis. Jika semua warga Indonesia bisa bersikap seperti keluarga yang satu ini, mungkin tidak ada perpecahan di antara sesama warga negara.
Apapun suku kita, apapun agama kita, apapun warna kulit kita, kita juga sama-sama manusia. Dan Agama apapun tetap mengajarkan sikap toleransi, saling memaafkan, saling menghormati dan menghargai. Tidak ada Agama yang mengajarkan kejahatan, yang ada manusia yang bertindak salah dengan mengatasnamakan AGAMA.

0 comments:
Post a Comment